Distracting a Distraction
The art of distracting a distraction.
Salah satu pekerjaan yang melelahkan adalah menunggu dan mengawasi. Karena waktu dan perhatian kita yang dibutuhkan. Seperti menjaga tukang yang bekerja, atau menjaga sebuah toko. Bersiap dengan segala surprise yang bisa saja datang tiba-tiba atau tidak datang sama sekali walaupun kita sudah siap menunggu.
Bisa dibilang juga beban mental, karena pikiran kita dalam kondisi yang terus terjaga dan fokus. Tidak boleh mengalihkan perhatian. Dan akhirnya kegiatan ini kita sebut sebagai distraction, yang mengganggu jadwal dan menghabiskan waktu kita.
Apa yang seharusnya bisa dikerjakan dan sudah terjadwal akhirnya harus mundur dan batal. Belum lagi kalau berusaha multi-tasking akhirnya gagal fokus. Bisa jadi berentet bikin masalah baru lagi. Pasti kita pernah mengalami kejadian serupa.
Lalu bagaimana kita bisa mengalihkan sebuah gangguan? Dengan membuat gangguan yang benar. Perlu disadari kalau seringkali yang disebut gangguan itu karena kita yang memberi label sebagai gangguan. Kalau kita belajar untuk fokus, sedikit demi sedikit fokus kita kembali. Ternyata multi-tasking tidak sesusah itu. Ternyata delegasi itu bisa loh, belajar percaya ke mereka yang lebih profesional atau sudah kita ajari.
Seperti nulis konten ini, judulnya keren ya. Sesimpel karena berusaha mengalihkan gangguan menjadi karya.
Comments
Post a Comment