Posts

Showing posts from July, 2022

Soal Perhitungan

Kaget juga ya habisnya segitu, mending budgetnya dipake sendiri. Ngapain buat bagi-bagi ke orang lain. Kalo dipake sendiri kan untung. Sebuah cerita bikin hampers sendiri buat dibagikan ke keluarga dan kerabat. Ke beberapa vendor juga. Jadi 1 hampers ini, karena kita bikin sendiri, nyari barangnya sendiri dan nyetak sendiri. Melibatkan banyak pihak, percetakan, supplier tas canvas, supplier tas mika, supplier botol, supplier cookies rumahan, supplier kemasan. Bikinnya cuma 100 hampers, berarti masing-masing vendor kecipratan order 100 pcs tiba-tiba. Wah kalau itu toko saya, itu yang saya juga lagi tunggu-tunggu sekarang. Saya jadi belajar banyak, memang kita perlu gitu. Ada kalanya keputusan butuh iman, bukan sekedar iman dapat budget untuk bikin 100 hampers. Tapi iman untuk memberkati lebih banyak orang lagi Hidup bukan soal kita aja.

Manual Book

Salah satu prinsip yang harus ditanamkan untuk saya pribadi soal punya anak, mendidik anak itu adalah soal manual book. Ibarat beli smartphone, waktu unboxing pasti ada buku petunjuk yang lengkap dengan spesifikasi, fitur utama dan cara penggunaan. Paling nggak dengan basic itu kita jadi bisa menggunakannya lebih optimal lagi. Anak pun sama, datang dengan manual book masing-masing. Seperti Pokemon juga, ada tipe-tipenya dengan hidden/passive abilitynya masing-masing. Tugas kita hanya membaca dan mengamati. Dengan begitu kita jadi tidak terjebak untuk berusaha menjejali dengan banyak hal baik yang mungkin nggak compatible dengan tipe si anak kita. Ibarat beli iPhone dipaksa pakai casing Samsung. Atau lebih ekstrim, IOS tapi mau diinstall Android. Ada istilah golden year dalam masa pertumbuhan seorang anak. What if, kita bisa memfokuskan untuk mengambil waktu lebih lama dalam mengamati dan mempelajari si anak. Ketimbang FOMO untuk mengajarkan sebanyak-banyaknya dalam periode tersebut? Ka...

Distracting a Distraction

The art of distracting a distraction. Salah satu pekerjaan yang melelahkan adalah menunggu dan mengawasi. Karena waktu dan perhatian kita yang dibutuhkan. Seperti menjaga tukang yang bekerja, atau menjaga sebuah toko. Bersiap dengan segala surprise yang bisa saja datang tiba-tiba atau tidak datang sama sekali walaupun kita sudah siap menunggu. Bisa dibilang juga beban mental, karena pikiran kita dalam kondisi yang terus terjaga dan fokus. Tidak boleh mengalihkan perhatian. Dan akhirnya kegiatan ini kita sebut sebagai distraction, yang mengganggu jadwal dan menghabiskan waktu kita. Apa yang seharusnya bisa dikerjakan dan sudah terjadwal akhirnya harus mundur dan batal. Belum lagi kalau berusaha multi-tasking akhirnya gagal fokus. Bisa jadi berentet bikin masalah baru lagi. Pasti kita pernah mengalami kejadian serupa. Lalu bagaimana kita bisa mengalihkan sebuah gangguan? Dengan membuat gangguan yang benar. Perlu disadari kalau seringkali yang disebut gangguan itu karena kita yang memberi...

Momentum & Confidence

Kalau angkatan kelahiran tahun 90an pasti pernah main yang namanya DDR (Dance Dance Revolution) atau Guitar Hero di PlayStation . Intinya ya harus pas sama ngepasin ritme sama timing, semakin tepat semakin tinggi skornya. Salah satu yang paling sering saya dengar kalau lagi bahas soal berkarya sama orang lain adalah nggak percaya diri . Padahal kuncinya timing, mulai dari konsisten dulu bikin sesuatu. Itu nanti akan membangun kepercayaan diri kita sambil bangun momentum. Di waktu yang pas, konten yang pas bisa berdampak signifikan. Ibarat dinotice sama idola kita, nyasar aja nggak bisa dijelasin gimana. Itu namanya momentum. Momentum seperti bola salju, makin gelinding makin besar. Samapun rasa percaya diri kita. Tapi harus pas sama momentum. Sama ritme dan timingnya.

Daily DOSE

Image
Ada istilah keren yang baru saya pelajari, bio-hacking. Di saat dunia digital dan startup gembar-gembor soal growth-hacking. Tapi ini bukan yang berat-berat kok, cuma soal 4 happy hormones. Yang disingkat DOSE, Dopamine, Oxytocin, Serotonin dan Endorphins. Baru ngeh kalo ada istilah daily dose (pun intended) untuk keempat inisial nama happy hormonesnya. Bio-hacking sesimpel ngehack kondisi biologis kita (fisik dan jasmani) untuk memancing dan memproduksi ke 4 hormon tersebut. Yang dampaknya bisa sangat signifikan untuk keseharian kita. Biasa musuh utamanya adalah kemalasan. Karena nggak ada waktu itu juga paling sering. Karena dirasa banyak yang lebih prioritas dari ini, sedangkan aktivitas untuk memancing ini semua itu makan waktu yang lama. Padahal nggak sih. Olahraga 10-30 menit sehari, tidur 7-8 jam sehari, minum air putih dan mandi. Beresin ranjang bangun tidur, berdoa atau meditasi untuk ngobrol sama diri sendiri dan Tuhan. Kadang nonton standup comedy atau telpon keluarga rutin ...

FOMO Buying

Pasti kita pernah ingin punya sesuatu karena FOMO (fear of missing out), takut ketinggalan trend kalau nggak punya. Apapun jenis barangnya, mau itu baju, sneaker, peralatan dapur, gadget, sampai buku. Pengalaman yang paling baru ini soal buku-buku anak. Ditambah lagi ada event Big Bad Wolf yang sudah kembali diadakan offline. Mengingat terakhir kesana sebelum pandemi, dan berkesempatan hunting buku yang udah diincar dari lama (buku-buku luar kan harganya mahal). Disini bisa harga miring bawah 100rb rupiah saja. Fast-forward ke setelah pandemi, setelah married dan akan punya anak. Semua fokus mulai bergeser ke persiapan pertumbuhan anak. Kami yang berpendapat dan bereksperimen juga soal: anak itu nggak harus gadget melulu. Bisa digantikan dengan buku, tapi jauh sebelum itu harus dibuat suka membaca dulu. Bagaimana caranya ya? Tahan dulu. Kembali ke FOMO Buying. Kagetnya, di BBW tahun ini, bisa dibilang 3/4 hall segitu besar (di Jatim Expo Surabaya; kurang lebih seluas 3000m2 mungkin) ha...

Standar Kerja

Image
  Keywordnya kalau mau nyari cerita dibaliknya: Stanley Kubrick's Basic Training. Padahal simple ya, tapi belum tentu semua bisa mengerti dan melakukan. Bayangkan apa yang terjadi kalo kita bisa paham ini. Hidup jauh lebih indah kayaknya?

Menambah Distraction

Image
Gatau ada yang sadar juga nggak, dipikir-pikir kita ini setiap hari kerjaannya nambahin distraction. Nggak heran kalo overthinking. Karena seakan overthinking itu sudah jadi achievement dan kebanggaan tersendiri untuk ditulis di bio. Setiap kita scrolling, kerasa dapet dopamine-nya. Wih seru, hal baru, update baru soal temen lama yang nggak kontak dan ketemu. Rilisan apalagi nih yang baru, ada apa yang baru untuk dipelajari, algoritma baru mungkin? Teknik baru mungkin? Kompetitor lagi apa nih. Mau sekedar scrolling nggak ada tujuan sampai yang bertujuan, bisa jadi distraction kalo kita cuma fokus input tapi nggak ada output. Nggak akan jadi orang yang #KaryaRaya atau lebih lagi generasi dan bangsa yang begitu. Akun Instagram @andrewnulis itu dimulai sebagai bentuk protes ke diri sendiri, masa sih berkarya harus sesusah dan seideal itu baru bisa jalan? Karena saya mengakui, saya sendiri ya idealisnya ampun-ampun, lahir dari keluarga yang mendidik kalau bisa ya perfect sempurna. Ada suat...

Digigit Serangga

Ada berita duka dari kenalan orang tua, yang temannya meninggal karena digigit serangga. Singkat ceritanya karena tidak ditangani, dibiarkan bertahun-tahun dan ternyata tidak compatible dengan mungkin hormon di dalam tubuh yang sudah wafat. Sesuatu yang menggelitik ketika akibatnya bisa begitu fatal, dari sesuatu yang begitu kecil, yang dibiarkan begitu lama untuk kehidupan kita. Siapa sih yang tahu kalau racun atau zat dari gigitan serangga itu tidak compatible dengan hormon di dalam tubuh kita. Mungkin memicu suatu penyakit yang akhirnya berakibat fatal.  Bukannya tubuh kita ini punya self defense mechanism alami ya? Bisa membasmi kuman dan virus yang masuk, intruder alert gitu. Tanpa sadar kita seringkali punya pola yang sama, hal kecil, dibiarkan begitu lama, ternyata tidak cocok dengan identitas diri kita yang asli, berdampak fatal. Bisa saja dari kebiasaan kecil yang buruk, sebut saja malas. Mau berkarya kan harus lengkap peralatannya, belajarnya harus lama, udah banyak lah y...

Disiplin Istirahat

Image
Barusan habis ngobrol sama pegawai yang kemarin habis saya tanya kenapa kok seminggu ini datang telat terus. Karena memang biasanya selalu datang lebih pagi sempat ngopi di warung depan. Singkat cerita karena dia selain diminta mengajar mengaji untuk anak-anak disana, sekarang diminta membantu memberi konseling beberapa pemuda yang bermasalah. Berhubung konseling itu nggak bisa dikunci waktunya (kalau urusan hidup dan transformasi hatinya orang itu harus mengalir). Jadi ya kurang istirahat dan merembet. Jujur saya paham, karena pernah diposisi yang sama. Soal urusan melayani dan membentuk orang itu tidak semudah masak indomie yang sudah jelas step by stepnya. Kalau bahasa pegawai saya, ngajar orang pakai obeng dan sketmat itu beda. Kalau obeng paling nggak instingnya ngerti, tinggal diputar. Kalau belajar ngukur pakai sketmat kan mesti pakai otak ya. Belajar menghitung dan membaca. Apalagi soal mengubah kehidupan seseorang yang bermasalah. Saya cuma bilang, orang itu rejeki loh. Kalau ...