Manual Book

Salah satu prinsip yang harus ditanamkan untuk saya pribadi soal punya anak, mendidik anak itu adalah soal manual book. Ibarat beli smartphone, waktu unboxing pasti ada buku petunjuk yang lengkap dengan spesifikasi, fitur utama dan cara penggunaan. Paling nggak dengan basic itu kita jadi bisa menggunakannya lebih optimal lagi.

Anak pun sama, datang dengan manual book masing-masing. Seperti Pokemon juga, ada tipe-tipenya dengan hidden/passive abilitynya masing-masing. Tugas kita hanya membaca dan mengamati. Dengan begitu kita jadi tidak terjebak untuk berusaha menjejali dengan banyak hal baik yang mungkin nggak compatible dengan tipe si anak kita. Ibarat beli iPhone dipaksa pakai casing Samsung. Atau lebih ekstrim, IOS tapi mau diinstall Android.

Ada istilah golden year dalam masa pertumbuhan seorang anak. What if, kita bisa memfokuskan untuk mengambil waktu lebih lama dalam mengamati dan mempelajari si anak. Ketimbang FOMO untuk mengajarkan sebanyak-banyaknya dalam periode tersebut?

Karena samapun, paradoksnya, semakin tua kita akan menjadi semakin seperti anak kecil lagi. Maka anak kecil mungkin ternyata sudah sedewasa itu. Inilah yang akhirnya dijadikan metode oleh Maria Montessori. To treat a child like an adult.

Comments

Popular posts from this blog

Breaking the Mold

Thinking out loud

Menambah Distraction